Penghapusan Pajak Barang Mewah

Penghapusan Pajak Barang Mewah

Aktivitas ekonomi masih lambat. Akibatnya, kegiatan konsumsi menurun. Pemerintah tidak tinggal diam untuk memperbaiki situasi ini. Beberapa langkah ditempuh untuk meningkatkan aktivitas ekonomi dalam negeri. Salah satunya dengan menghapus Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM) pada sejumlah kelompok barang.

Pajak Barang Mewah Dihapuskan

Untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah gejala pelambatan ekonomi, Pemerintah melakukan penghapusan atas sebagian barang selain kendaraan bermotor dari objek PPnBM. Peraturan ini diberlakukan mulai tanggal 9 Juli 2015.

Hal ini dianggap perlu, mengingat sebagian besar barang yang tergolong mewah sudah banyak dikonsumsi masyarakat akibat perkembangan ekonomi dan kemajuan teknologi yang pesat.

Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 106/ PMK.10/2015 tentang Jenis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106/PMK.010/2015

 

Beberapa kelompok barang yang diatur dalam kebijakan ini ialah peralatan elektronik, alat olah raga, alat musik, branded goods, serta perabot rumah tangga dan kantor. Penghapusan PPnBM tentunya mengurangi penerimaan pajak, namun hal ini hanya bersifat jangka pendek.

Potensi yang hilang dari penerimaan PPnBM tahun lalu sekitar Rp800 miliar, namun hal ini menimbulkan efek lain, yaitu terciptanya stimulus ekonomi. Produk dalam negeri akan dapat lebih berdaya saing dan produsen dalam negeri dapat beroperasi lebih banyak lagi.

Pemerintah berharap kebijakan ini akan memiliki dampak positif dan bersifat jangka panjang, tentunya juga dengan efek multiplier. Dengan adanya kebijakan ini, akan mengurangi potensi penyelundupan barang karena harga barang di dalam negeri menjadi lebih murah.

Selain itu, peningkatan daya saing produk negeri diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Dengan hidupnya industri dalam negeri, maka akan meningkatkan pertumbuhan industri dan investasi. Hal tersebut akan menciptakan tambahan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Penghapusan PPnBM atas sejumlah kelompok barang menjadikan dispossible income masyarakat lebih tinggi, sehingga berpengaruh terhadap konsumsi. Dengan memperhatikan bahwa konsumsi memberikan kontribusi terbesar kepada Produk Domestik Bruto, tentu diharapkan terdapat multiplier effect terhadap keseluruhan kondisi perekonomian. Penyerapan tenaga kerja bisa menjadi salah satu akibat efek pengganda.

Diharapkan dengan adanya kebijakan penghapusan sebagian besar objek PPnBM ini dapat membantu menjaga stabilitas perekonomian dalam jangka pendek yang selanjutnya dapat mengoptimalisasikan penerimaan perpajakan dalam jangka panjang.

Bagi sebagian kalangan, kebijakan ini dianggap tepat, apalagi dilakukan pada saat ekonomi sedang lesu. Selain berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat, industri dalam negeri bisa terangkat dan penyerapan tenaga kerja diharapkan meningkat.

 

Penghapusan Pajak Barang Mewah

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *