Tantangan E-Commerce Bagi Kepabeanan Dunia

Tantangan E-Commerce

Kemajuan teknologi dan informasi serta perkembangan internet di era globalisasi belakangan ini membuat sistem perdagangan bergeser dari sistem konvensional ke sistem perdagangan elektronik (Electronic Commerce atau E-Commerce). Pergeseran ini terjadi pada kegiatan perdagangan lokal maupun kegiatan perdagangan internasional. Pergeseran sistem perdagangan ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas Bea dan Cukai (cross border) hampir di semua benua Asia, Afrika dan Eropa.

Tantangan E-Commerce (disruptive technology)

Perkembangan E-Commerce telah menjadi perdiskusian hangat di berbagai pertemuan dan workshop yang diselenggarakan oleh WCO (World Customs Organization) atau Organisasi Kepabeanan Dunia.

Beberapa concern kepabeanan (khususnya Indonesia) terkait dengan perkembangan E-Commerce, ke depan perlu untuk mengantisipasinya.

1. Peningkatan pertumbuhan pasar E-Commerce dunia

Pasar E-Commerce akan meningkat hampir dua kali lipat pada tahun pada tahun berikutnya. Hal ini menjadi tantangan kepabeanan di dunia, karena karakteristik barang E-Commerce yang kecil tetapi dengan volume sangat banyak dengan pertumbuhan dan pergeseran cukup signifikan.

Persoalan keamanan serta hak keuangan negara versus kecepatan pelayanan dan penurunan biaya logistik menjadi tantangan kepabeanan.

2. Peningkatan kompleksitas Value Chain secara global : Made in world.

E-Commerce telah menyebabkan revolusi rantai suplai barang, skema konvensional yang berjenjang dipangkas menjadi end to end. Namun secara bersamaan efisiensi logistik menyebabkan pergerakan luar biasa barang dalam jumlah kecil dan cenderung customized.

Rantai suplai menjadi komplek dengan mengawinkan berbagai barang secara cepat dari berbagai negara yang pada akhirnya asal barang (country of origin) menjadi semakin sulit dibedakan. Bahkan WCO menyampaikan suatu hari akan tercipta “made in world” karena kompleksitas barang tersebut.

3. Big Data (data center)

Perkembangan kebutuhan penyimpanan data yang berkapasitas besar dengan melakukan pemusatan infrastruktur akan mendatangkan efisiensi. Server dan storage dipusatkan di suatu negara dan negara lain cukup memiliki akses yang baik sehingga client atau user tidak masalah storage berada dimanapun sepanjang kebutuhan penyimpanan terpenuhi.

Tantangan negara pengguna adalah masalah keamanan data dan hilangnya importasi server, storage serta infrastruktur penunjang termasuk sumberdaya manusia. Dengan terjadinya pemusatan di suatu negara apalagi tax heaven country maka negara pengguna tidak akan memperoleh pajak-pajaknya. Dari sisi kepabeanan tentunya hilangnya potensi bea masuk atas infrastruktur tersebut.

4. Printer tiga dimensi (3-D Printing)

Printer tiga dimensi akan menjadi tantangan kepabeanan terutama terkait dengan keamanan negara. Para ahli kepabeanan dunia berpendapat bahwa ke depan akan terjadi pergerakan bahan baku karena produk dapat dicetak di rumah atau pabrik di dalam daerah pabean.

Kalau semula untuk mengirim barang berbahaya seseorang akan berhadapan langsung dengan otoritas kepabeanan setiap negara maka ke depan yang akan melintas di cross border adalah bahan bakunya dan tentunya akan sulit dibedakan untuk membuat apa. Sementara proses produksinya melalui printer tiga dimensi dicetak di dalam daerah pabean.

5. Penyelundupan Narkoba

Dengan adanya tren peningkatan perdagangan lintas batas (cross border) melalui E-Commerce maka pola penyelundupan narkoba pun beralih. E-Commerce dapat menjadi alat bagi sindikat pengedar narkoba untuk melakukan proses distribusi yang lebih massif.

6. Blockchain

Blockchain adalah solusi teknologi yang merevolusi cara kerja internet, perbankan dan aplikasi menjadi tanpa server. Blockchain yang berkembang pesat juga seringkali dikhawatirkan oleh institusi keuangan dunia karena seringkali menjadi alat bayar kegiatan kriminalitas.

Pihak Bea Cukai tentunya harus waspada dengan perkembangan uang virtual ini yang dapat dipergunakan sebagai alat bayar berbagai produk yang sulit dilacak.

7. Penyatuan ekonomi dan kepabeanan : No Customs borders

Kesepakatan multilateral/ plurilateral/ bilateral atas Perdagangan Bebas : Tariff Reductions. Perkembangan E-Commerce akan mengarahkan berbagai kesepakatan yang cenderung mendorong tidak ada batas antar negara dan penurunan tarif.

Sikap beberapa negara yang berkeinginan tidak mengatur tarif untuk barang digital sebagai salah satu perwujudan arah pandang E-Commerce. Setiap negara harus memperhatikan dengan serius pergeseran ini terutama untuk barang digital dengan menyadari berbagai kepentingan nasional.

8. E-Commerce sepanjang waktu (24/7)

Tantangan E-Commerce menciptakan transaksi, pembayaran dan pengiriman barang secara full time dua puluh empat jam selama tujuh hari (24/7). Pihak otoritas kepabeanan tentunya harus merespon kebutuhan tersebut dan menciptakan sistem yang efisien.

9. Teknologi keuangan tanpa batas

Perkembangan financial technology dengan kemunculan alat bayar berbasis online baik melalui kartu kredit, dompet elektronik dan transaksi tebusan (redeem) dengan voucher menciptakan kedudukan insitusi keuangan menjadi semu.

Tantangan yang lebih berat adalah kedudukan aquirer atau penerima pembayaran yang berada di luar negeri menciptakan capital outflow yang tinggi. Saat ini transaksi dalam negeri pun menggunakan kewajiban bayar ke luar negeri. Tentunya akan berdampak terhadap sistem keuangan dalam negeri.

Geliat eCommerce

Melalui sistem E-Commerce produsen dapat secara langsung mendistribusikan barang ke konsumen dan tidak memerlukan perantara. Dibandingkan dengan model perdagangan internasional konvensional, dengan E-Commerce kegiatan perdagangan akan mengurangi banyak tahapan, sehingga mengurangi biaya transaksi dan menawarkan harga yang lebih baik bagi pembeli dan penjual.

geliat ecommerce

 

Tantangan E-Commerce Bagi Kepabeanan Dunia

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *