Pengaruh Kualitas Perencanaan Terhadap Hasil Pembangunan Konstruksi

Kualitas Perencanaan Pembangunan Konstruksi

Hasil pembangunan konstruksi tidak hanya bergantung karena kinerja kontraktor dan pengawasan yang baik, melainkan juga ditentukan produk perencanaan.

Pembangunan Konstruksi

Membangun sebuah konstruksi bukanlah tugas yang ringan dan mudah. Ada beragam faktor penentu dalam mewujudkan bangunan yang sesuai dengan tujuan. Salah satunya adalah melakukan perencanaan secara matang. Tahap awal ini turut berpengaruh terhadap hasil akhir sebuah pembangunan.

Perencanaan yang baik tentu memerlukan sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini, umumnya melibatkan konsultan perencana yaitu suatu badan perorangan atau badan hukum yang dipilih oleh pemilik (owner) proyek atau kontraktor pelaksana untuk melakukan perencanaan.

Hasil pembangunan konstruksi tidak hanya bergantung karena kinerja kontraktor dan pengawasan yang baik, melainkan juga ditentukan produk perencanaan. Desain yang dihasilkan asal-asalan akan berdampak terhadap engineering estimate (EE) sehingga dasar pembuatan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tidak akurat. Akibatnya, sering dijumpai desain yang tidak sesuai kondisi lapangan saat pekerjaan konstruksi mulai berjalan

Sebagai contoh, proyek infrastruktur jaringan air baku meliputi pembangunan jembatan intake (pintu air), sandtrap, dan kolam isap. Saat perencanaan, pengambilan air baku didesain dengan sistem intake, kolam sedimen, kolam isap, dan pipa transmisi menuju instalasi pengolahan air (IPA).

Namun pada saat lelang, pengambilan menggunakan pompa submersibel yang diletakkan pada ponton dihubungkan melalui pipa transmisi menuju IPA dengan konstruksi jembatan isi. Dalam perencanaan, pipa transmisi menggunakan pipa 3 layer berdiameter 250 milimeter (mm). Pada saat lelang, pipa transmisi menggunakan pipa berdiameter 150 mm tanpa tidak ada spesifikasi bahannya.

Karena itu, permasalahan tersebut merupakan ranah konsultan perencana untuk menentukan skema rancangan yang kompeten dan sesuai. Dengan demikian, diperlukan konsultan perencana yang bagus dalam menghasilkan setiap detail perencanaan bangunan.

Misalnya, gambar yang jelas tanpa adanya pertentangan perbedaan antar gambar dan perbedaan antara gambar rencana dengan kondisi di lapangan. Selain itu, dalam hal spesifikasi bangunan juga dijelaskan dengan detail agar tidak terjadi hambatan dalam pemilihan material saat pekerjaan pembangunan berlangsung.

Kualitas Perencanaan Pembangunan Konstruksi

Konsultan perencana memang memiliki tugas sangat penting dalam pelaksanaan konstruksi. Kewajiban itu meliputi mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan keinginan pemilik bangunan, membuat gambar kerja pelaksanaan, membuat rencana kerja dan syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan (RKS).

Selain itu, membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) bangunan, memproyeksikan keinginan-keinginan atau ide-ide pemilik ke dalam desain bangunan, melakukan perubahan desain bila terjadi penyimpangan pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang tidak memungkinkan desain terwujud diwujudkan. Tugas lainnya yaitu mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur jika terjadi kegagalan konstruksi hingga proses pelaksanaannya diserahkan kepada konsultan pengawas.

Umumnya, konsultan perencana terdiri atas konsultan perencana arsitektur, konsultan struktur bangunan, konsultan MEP bangunan, konsultan lanskap, dan quantity surveyor.

Dalam menjalankan tugasnya, konsultan perencana arsitektur dapat bekerjasama dengan konsultan lanskap untuk merencanakan tata letak perancangan taman, estetika bangunan, dan sebagainya. Sedangkan quantity surveyor membantu pemilik proyek dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari perencanaan arsitektur

Konsultan perencana struktur bertugas merencanakan dan merancang struktur yang sesuai dengan keinginan pemilik proyek melalui kontraktor utama, baik struktur atas maupun struktur bawah. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan saat proses perencanaan dan perancangannya antara lain kondisi tanah, fungsi bangunan, bentuk bangunan, kondisi lahan serta kondisi alamnya.

Oleh: Siti Darul Khayati, ST, MSi. Kementerian PUPR

 

Pengaruh Kualitas Perencanaan Terhadap Hasil Pembangunan Konstruksi

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *