Pengaruh Komponen Teknologi dan Nilai Tambah Terhadap Perkembangan Sentra Industri Kerupuk Udang

Kerupuk Udang Sidoarjo

Industri Kerupuk Udang merupakan salah satu bentuk UKM yang memiliki peranan penting dalam laju perekonomian masyarakat yaitu membantu pemerintah dalam hal penciptaan lapangan kerja. Dari UKM banyak tercipta unit kerja baru sehingga dapat mendukung pendapatan ekonomi rumah tangga, kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil secara mayoritas merupakan suatu usaha untuk mencegah adanya persaingan usaha yang tidak sehat. Perbedaan UKM dan UMKM.

Keberadaan sentra dapat mempermudah munculnya bisnis dengan sumber daya alam produktif dalam sektor industri. Sentra industri sendiri bertujuan untuk mengelompokkan sejumlah industri yang memiliki sifat lebih mirip (serupa).

Manfaat dari keberadaan sentra yaitu untuk meningkatkan kualitas produk, meningkatkan harga jual, dan membantu sistem pemasarannya agar lebih terjangkau, semua ini dilakukan agar kebutuhan UKM dalam memperoleh sumber daya dapat terkonsentrasi di satu tempat saja.

Dalam sentra untuk meningkatkan daya saing produk diperlukan langkah bersama untuk menerapkan kemampuan teknologi. Upaya untuk meningkatkan daya saing produk yaitu dengan mengembangkan inovasi teknologi yang dapat dinyatakan dalam empat basis komponen teknologi pada proses operasi yaitu komponen fasilitas (technoware), kemampuan sumber daya (humanware), dokumen dan informasi (infoware), dan kerangka kerja (orgaware).

Industri Kerupuk Udang Sidoarjo

Sektor industri di Sidoarjo berkembang cukup pesat karena lokasi yang berdekatan dengan pusat bisnis kawasan Indonesia Timur (Surabaya), memiliki sumber daya manusia yang produktif serta kondisi sosial politik dan keamanan yang relatif stabil menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Sidoarjo. Sektor industri tersebut adalah industri kerupuk udang yang berada di Desa Kedungrejo, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Jumlah populasi UKM kerupuk udang sebanyak 33 UKM. Jumlah populasi dari UKM kerupuk udang tersebut merupakan jumlah data dalam penelitian ini.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh dari komponen teknologi terhadap perkembangan sentra industri, diperoleh berdasarkan kuisioner yang dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares (PLS).

Metode tersebut dipilih karena PLS merupakan metode yang dapat diterapkan pada semua skala data. Metode tersebut dapat digunakan untuk mengetahui prioritas utama dalam menganalisis komponen teknologi yang diharapkan dapat membantu memotivasi pengusaha kerupuk udang untuk meningkatkan usahanya serta membantu dalam pengembangan sentra industri kerupuk udang Sidoarjo.

ANALISIS PENGARUH KOMPONEN TEKNOLOGI DAN NILAI TAMBAH TERHADAP PERKEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KERUPUK UDANG SIDOARJO

Laporan oleh: Alumni dan Staf Pengajar Jurusan Teknologi Industri pertanian FTP – UB

 

Pengaruh Komponen Teknologi dan Nilai Tambah Terhadap Perkembangan Sentra Industri Kerupuk Udang Sidoarjo

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *