Karakteristik Perkutut yang Tidak Boleh Dipelihara Menurut Kejawen

Karakteristik Perkutut

Beberapa daerah di Indonesia memang menyimpan segudang cerita-cerita mistis. Hal ini tak lepas dari banyaknya budaya yang berkembang  di tanah air. Salah satunya adalah kepercayaan mitos memelihara perkutut. Burung pengicau ini dipercaya sebagai media penghubung antara manusia dan alam gaib. Kepercayaan ini bukan hal yang asing lagi, terutama bagi orang Jawa.

Karakteristik Perkutut yang Tidak Boleh Dipelihara

Bagi pecinta burung pengicau ini, cerita mengenai hubungan perkutut dengan primbon Jawa memang cukup menarik. Beberapa jenis perkutut dikatakan bisa menjadi malapetaka bagi pemiliknya di kemudian hari.

Salah satu penyebabnya adalah perkutut yang bertuah negatif bagi orang yang memeliharanya. Oleh karena itu, sebagian orang memilih bertanya terlebih dulu pada ahli kejawen sebelum memelihara burung ini.

Apa saja ciri perkutut yang tidak boleh dipelihara menurut primbon Jawa? Berikut ulasan lengkapnya.

Perkutut dengan Brama Sulur

Brama sulur berarti warna bulu tubuh perkutut yang kemerahan. Dipercaya pemilik perkutut dengan ciri tersebut bisa mudah sakit. Oleh karena itu, disarankan untuk melepaskan burung pengicau ini ke alam liar.

Perkutut dengan Brama Labuhgeni

Sebaiknya Anda perhatikan bagian bulu napas perkutut, apakah kemerahan merata atau tidak. Jika tidak merata, hal ini dipercaya dapat membuat pemiliknya mudah marah dan berperilaku boros.

Perkutut dengan Brama Kala

Brama kala diartikan sebagai warna kuku perkutut putih memiliki jari 10. Ciri seperti ini pada dasarnya tidak banyak ditemukan. Namun, sebaiknya Anda periksa apakah perkutut yang hendak atau sedang dipelihara memilikinya atau tidak. Dikatakan bahwa perkutut dengan ciri tersebut bisa membuat pemiliknya mengalami banyak kesusahan dan seret rezeki.

Perkutut dengan Burma Kokap

Perkutut burma kokap diartikan sebagai perkutut dengan muka warna putih sampai paruhnya. Mitosnya, perkutut ini cukup mengerikan karena ingin melihat darah pemiliknya. Dengan kata lain, ingin melihat pemiliknya mengalami kecelakaan.

Perkutut dengan Durgana Gerik

Durgana gerik diartikan bahwa perkutut rajin manggung (berkicau) tak kenal waktu. Baik di siang maupun malam burung ini terus mengeluarkan suara meskipun sudah diberi makanan burung perkutut yang cukup. Dipercaya bahwa perkutut ini dapat membuat satu keluarga terus berselisih dan menjauhkan rezeki.

Perkutut dengan Durgana Gawuh

Perkutut ini biasanya suka berbunyi di tengah malam saat orang lain terlelap tidur. Dipercaya bahwa pemilik perkutut dengan karakteristik ini pasangan (suami atau istri) akan sakit secara bergantian. Misalnya hari ini suami sakit, maka keesokan harinya adalah istrinya. Selain itu, mitos mengatakan bahwa perkutut ini dapat mengurangi rezeki.

Perkutut dengan Sengkala Pipit

Perkutut dengan karakteristik ini memiliki lak-lakan berwarna putih. Sangkala pipit berarti pikiran yang kacau. Pemiliknya bisa berpotensi lebih mudah stress ketika menghadapi masalah.

Perkutut dengan Sangga Buwana

Maksudnya adalah perkutut dengan selembar bulu warna putih di punggungnya. Mitos ini menjadi salah satu yang paling mengerikan. Pemiliknya dikatakan akan selalu mengalami kesusahan dalam hidup, jauh dari rezeki, dan suasana hatinya selalu tidak karuan/ tidak tenang.

Perkutut dengan Lembu Ruwan

Perkutut ini diartikan memiliki bulu yang tidak tumbuh dengan sempurna meskipun sudah diberi jamu tradisional untuk perkutut. Pemilik perkutut dengan lembur ruwan dipercaya membuatnya mudah terserang penyakit. Bahkan penyakit yang dideritanya tidak jelas.

Perkutut dengan Cendhala Sabda

Perkutut ini memiliki pundak berwarna putih. Pada dasarnya, dampak pada pemiliknya tidak terlalu mengerikan. Dipercaya bahwa pemilik perkutut dengan cendhala sabda mudah berbicara kotor dan tidak pantas.

Mitos mengenai perkutut berdasarkan primbon Jawa di atas pada dasarnya tergantung pada kepercayaan masing-masih. Namun, hal ini bisa menjadi pengetahuan dasar bagi Anda yang menyukai burung pengicau ini.

 

Karakteristik Perkutut yang Tidak Boleh Dipelihara Menurut Kejawen

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *