Bahaya Kantong Plastik

Bahaya Kantong Plastik

Pemakaian kantong plastik yang berlebihan telah menjadi salah satu isu dan masalah yang tak kunjung selesai, baik dalam ranah lingkungan maupun kesehatan. Semua orang pasti pernah memakai kantong plastik, mau untuk belanja atau sekadar tempat menaruh barang, namun kita semua harus mulai menyadari bahaya dari material plastik tersebut.

Topik ini merupakan sebuah topik atau isu yang penting demi kesehatan maupun lingkungan. Dengan menyadari bahaya-bahaya dari pemakaian plastik yang berlebihan, maka hal tersebut dapat membuat kita semua terhindar dari dampak-dampak negatif yang akan terjadi.

Kantong Plastik

Kantong plastik dapat dikategorikan sebagai “barang yang sekali pakai”, sehingga hal ini dapat memperbanyak jumlah sampah. Kalau kita belanja bulanan di pasar swalayan, paling tidak kita akan memakai empat kantong plastik untuk sekali pakai. Empat kantong plastik hanya untuk sekali belanja, bagaimana dengan orang yang sering sekali belanja?

Dengan begitu, jika kita membuang barang barang tersebut sembarangan, hal ini akan mengakibatkan pencemaran dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Jika kita membuang sampah sembarangan, hal tersebut dapat menyebabkan tersumbatnya selokan ataupun suatu badan air, merusak habitat atau ekosistem di perairan seperti sungai dan laut, dan yang terakhir adalah dapat termakan oleh hewan-hewan, yang kemudian akan menyebabkan kematian hewan tersebut.

Selain menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan seperti menjadi tambalan sampah samudra pasifik, pemakaian kantong plastik yang berlebihan ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia.

Tanpa disadari, kantong plastik yang dibakar dapat mengeluarkan asap yang dapat mengganggu pernapasan manusia. Untuk membuat kantong plastik dibutuhkan bahan pelengkap, seperti bahan pelembut. Penggunaan bahan pelembut tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan, sebagai contoh, bahan pelembut penta kloro bifenil (PCB) diketahui dapat menimbulkan kematian seperti kerusakan pada jaringan tubuh manusia dan kanker (karsinogenik).

Contoh yang lain seperti di Jepang, keracunan PCB menimbulkan penyakit yusho, dimana gejala penyakit tersebut terlihat saat pigmentasi kulit memiliki benjolan serta gangguan pada perut. Selain bahan pelembut PCB, banyak bahan lain seperti DEHA, terkandung dalam kantong plastik yang dapat merusak kesehatan manusia.

Satu lagi yang perlu kita semua waspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik. Sebagai contoh, menggunakan kantong plastik (kresek) untuk membungkus makanan, menurut seorang ahli kimia, zat pewarna dari kantong plastik jika terkena temperatur yang panas maka akan terdegradasi dan akan menyebabkan penyakit.

Penggunaan kantong plastik dalam kehidupan modern terlihat meningkat dan hal ini mengakibatkan tingkat ketergantungan manusia pada plastik semakin tinggi. Perkembangan yang pesat dalam industri polimer sintetik (plastik) ini membuat kehidupan manusia yang selalu dimanjakan oleh kepraktisan maupun kenyamanan, sehingga masyarakat tidak mengetahui bahaya di balik pemakaian plastik.

Sampah Plastik

Ternyata berdasarkan hasil riset penelitian, proses produksi, konsumsi maupun pembuangan plastik tersebut menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga hal tersebut berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Selain memperburuk perubahan iklim, Indonesia saat ini telah menjadi negara terbesar kedua yang memproduksi sampah plastik setelah Tiongkok. Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia telah menghasilkan sampah plastik yang dibuang ke laut sebanyak 187,2 juta ton.

Menurut hasil riset dari Greeneration, yaitu sebuah organisasi non pemerintah, di Indonesia, 1 orang rata-rata menghasilkan sebanyak 700 kantong plastik per tahunnya. Data hasil riset tersebut diperkuat dengan kenyataan kondisi dari masing-masing daerah di Indonesia, contohnya pada tempat pembuangan akhir di Aceh.

Di kota Aceh ini, sampah yang dihasilkan berjumlah sangat banyak yang per harinya mencapai 200 ton. Dengan segitu banyak jumlah sampah plastik yang dihasilkan, Wali Kota Banda Aceh harus bisa memberikan bantuan alat untuk mengelola sampah sebanyak itu. Karena terlalu banyak sampah kantong plastik yang dihasilkan, maka tempat pembuangan akhir (TPA) semakin lama semakin menyempit.

Ditambah lagi dengan warga yang membuang sampah plastik sembarangan di pinggiran kota, karena tidak tersedia lokasi pembuangan sampah. Soal sampah plastik ini adalah masalah serius untuk daerah Aceh. Bila masalah ini tidak diantisipasi secara cepat dan tepat, maka dalam waktu yang akan mendatang sampah akan menjadi beban berat bagi pemerintah Aceh.

Sampah plastik dapat mencemari lingkungan karena sampah plastik tersebut susah untuk diurai. Hal ini disebabkan oleh rangkaian karbon yang panjang pada struktur plastik. Jika sampah plastik atau disebut sebagai polyethylene berada dalam keadaan ideal dimana sampah tersebut di kondisi yang kepadatannya tinggi, sampah tersebut membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun agar dapat diurai.

Namun, jika sampah plastik tidak berada di dalam kondisi yang ideal (contohnya mengambang di laut atau perairan). Setelah sampah plastik tersebut terurai dengan waktu yang sangat lama, partikel-partikel yang terkandung dalam plastik akan mencemari tanah dan air tanah.

Seringkali masyarakat memutuskan untuk membakar sampah plastik demi menghindari pencemaran terhadap tanah, air, ataupun menyumbat selokan. Tetapi, pembakaran sampah akan mengeluarkan gas atau asap toksik yang jika dihirup akan menyebabkan gangguan pernapasan sehingga tubuh kekurangan oksigen, yang pada akhirnya dapat berujung pada kematian dan juga dapat menyebabkan gangguan kesuburan pada manusia.

Bahkan pembakaran sampah tersebut telah dilarang berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) nomor 2 tahun 2005, dimana dalam peraturan tersebut dituliskan bahwa masyarakat tidak boleh membakar sampah, baik di lingkungan rumah sendiri maupun tempat lain.

Pelajaran dari Penggunaan Kantong Plastik

Pelajaran yang dapat diungkap dari fenomena ini adalah untuk selalu waspada akan aktivitas-aktivitas kecil yang kita semua lakukan yang tentu akan berdampak buruk nantinya. Ketika kita melakukan sebuah aktivitas baik itu hal kecil maupun yang besar, kita harus berpikir rasional dan memikirkan dampak apa yang akan terjadi di masa mendatang. Apa pun yang kita lakukan, pasti hal tersebut akan menghasilkan sebuah dampak

Nilai kehidupan yang dapat diambil dari topik ini adalah Think, Act, and Reflect. Nilai kehidupan ini mengajarkan kita untuk berpikir dahulu sebelum melakukan aksi. Dengan begitu, kita harus mengetahui apa dampak yang akan terjadi dalam jangka waktu yang panjang, bukan hanya jangka waktu yang pendek.

Setelah melakukan aksi tersebut, kita harus melakukan refleksi. Refleksi ini akan berfungsi untuk mengevaluasi apakah aksi yang telah kita lakukan benar. Jika hal tersebut menghasilkan dampak yang buruk, kita perlu memikirkan solusi atau aksi yang harus dilakukan selanjutnya.

Aksi atau solusi harus segera dilaksanakan untuk menghindari pencemaran lingkungan dan juga mencegah rusaknya kesehatan. Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah ini adalah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dan mencari bahan alternatif seperti tas kain setiap kali ingin berbelanja.

Ini adalah salah satu upaya yang harus diiingat oleh masyarakat. Dengan membawa tas kain atau tas alternatif lainnya, kita tidak perlu lagi untuk memproduksi kantong plastik dalam jumlah yang banyak.

Selain itu kita perlu melakukan 3R, yaitu adalah reuse, reduce dan recycle. Limbah plastik yang ditanggulangi dengan menggunakan cara reuse atau bisa dijelaskan dengan pemakaian ulang adalah salah satu upaya penggunaan sampah plastik yang dipakai kembali tanpa perlakuan apa-apa, contohnya adalah dibuat sebagai pajangan atau hanya digunakan ulang.

Untuk recycle (daur ulang), upaya ini dapat mendaur ulang sampah plastik yang setelah itu dapat dimanfaatkan dengan cara mengolahnya menjadi barang lain, contohnya adalah sampah plastik seperti botol plastik yang lalu didaur ulang menjadi gelang.

Terakhir adalah reduce, dimana proses ini adalah untuk mengurangi jumlah pemakaian bahan yang menggunakan plastik. Sebelum mengurangkan pemakaiannya, dibutuhkan kesadaran masyarakat berkaitan dengan isu ini.

Banyak sekali cara-cara untuk menaikkan kesadaran masyarakat, salah satu caranya adalah untuk memberikan seminar-seminar dan juga mempromosikan atau membuat kampanye-kampanye yang melindungi lingkungan.

Banyak sekali kampanye serta seminar yang diadakan terutama di Indonesia, seperti organisasi diet kantong plastik dan lain-lainnya. Selain didirikannya kampanye, ternyata di Indonesia sudah memiliki hari peringatan seperti “Hari Peduli Sampah Nasional”.

Bagaimana caranya agar aksi-aksi yang telah dilakukan pemerintah menjadi efektif? Salah satu cara agar solusi tersebut efektif adalah melalui pendidikan dan sosialisasi. Melalui pendidikan, masyarakat akan mendapatkan pondasi pembelajaran mengenai dampak negatif penggunaan kantong plastik.

Selain itu, pendidikan tersebut dapat diperkuat dengan cara sosialisasi kampanye. Kegiatan tersebut akan membangkitkan rasa kesadaran dan juga memotivasi masyarakat untuk terlibat dan mendukung kampanye demi kebaikan lingkungan dan kesehatan diri sendiri.

Namun, bagaimana dengan masyarakat yang tidak memiliki latar belakang pendidikan? Berarti dengan kondisi seperti ini pendidikan bukanlah solusi yang efektif untuk mereka. Dengan begitu solusi alternatif lainnya adalah untuk menggunakan bahan baku alternatif atau substitusi dalam pembuatan kantong plastik. Sebagai contohnya adalah menggunakan bahan baku organik yang mudah diurai dan dihancurkan oleh lingkungan, seperti plastik dari jagung, kentang dan lain-lainnya.

Mari kita melihat kembali nilai kehidupan yang dapat diambil dari pelajaran ini. Jika kita tidak mau merusak kesehatan kita ataupun tetap melindungi lingkungan dari polusi-polusi, maka kita harus segera berhenti merokok sama seperti berhenti untuk memakai kantong plastik saat belanja.

Kita tidak akan tahu akan separah apa dampak yang akan diakibatkan jika kita melakukan hal-hal seperti merokok ataupun menggunakan kantong plastik. Memang kegiatan tersebut terlihat wajar atau normal dan tidak akan membuat masalah, namun tak disangka apa yang akan terjadi nanti lima tahun kedepan? Akan serusak apa jika semua orang mengabaikan isu yang terlihat tidak penting namun ternyata sangat memberi pengaruh yang banyak?

Marilah kita memulai untuk berpikir secara rasional dan tentu melakukan solusi atas isu tersebut. Mari berhenti memakai kantong plastik!

Ditulis Oleh Anindya Apsaradharani di Jurnal Bumi dan Alam Semesta.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *