ASI Eksklusif Turunkan Kematian Anak Balita

ASI Eksklusif Turunkan Kematian Anak Balita

Pemberian air susu ibu eksklusif kepada bayi selama enam bulan pertama terbukti menurunkan angka kematian pada anak balita. Selain itu, air susu ibu alias ASI juga memberi keuntungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi dan terbukti dapat mencegah berbagai penyakit akut dan menahun.

ASI Eksklusif Turunkan Kematian Anak Balita

Menurut laporan tahun 2000 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih kurang 1,5 juta anak meninggal karena pemberian makanan yang tidak benar. Kurang dari 15 persen bayi di seluruh dunia diberi ASI eksklusif selama empat bulan dan sering kali pemberian makanan pendamping ASI tidak sesuai dan tidak aman.

Hasil penelitian menunjukkan, gangguan pertumbuhan pada awal masa kehidupan anak usia di bawah lima tahun (balita) antara lain akibat kekurangan gizi sejak dalam kandungan (pertumbuhan janin yang terhambat), pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini atau terlambat serta tidak cukup mengandung energi dan zat gizi terutama mineral, dan tidak berhasil memberikan ASI eksklusif.

Hampir 90 persen kematian anak balita terjadi di negara berkembang. Dari jumlah itu, 40 persen lebih kematian disebabkan diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit yang dapat dicegah dengan ASI eksklusif.

Dari sekian banyak usaha preventif untuk mencegah kematian anak balita, tampak bahwa pemberian ASI adalah cara paling banyak untuk dapat menurunkan kematian anak balita. Sebenarnya sejak tahun 1989, WHO mencatat selama beberapa dekade terakhir jumlah ibu yang menyusui dan lamanya pemberian ASI menurun di seluruh dunia. Penyebabnya antara lain berhubungan dengan faktor sosial, ekonomi, pemasaran susu formula, dan tekanan kehidupan modern.

Berdasarkan kenyataan ini dicetuskan Deklarasi Innocenti (1990) dengan sasaran pada tahun 2000 paling kurang 80 persen ibu memberikan ASI eksklusif selama empat bulan pertama. Meskipun demikian, survei kesehatan demografi WHO menemukan bahwa pemberian ASI eksklusif selama empat bulan pertama sangat rendah, terutama di Afrika Tengah dan Utara, Asia, dan Amerika Latin.

Oleh karena itu, WHO menganjurkan agar bayi diberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Sebab, terbukti bahwa menyusu eksklusif selama enam bulan menurunkan angka kematian dan kesakitan pada umumnya dibandingkan dengan menyusu empat bulan dilanjutkan dengan ASI dicampur susu formula dari empat-enam bulan.

Kelenjar mama

Janin dalam kandungan berada dalam lingkungan yang terlindung, hangat dan terpenuhi segala kebutuhannya melalui plasenta ibunya. Setelah lahir, bayi akan memperoleh semua yang dibutuhkan melalui air susu yang dihasilkan oleh kelenjar mana, yang sering kali juga disebut plasenta ekstrauterin.

Sistem imunologis neonatus belum terbentuk/berfungsi sempurna sehingga pemberian ASI merupakan peran penting untuk mencegah infeksi. Imunoglobulin utama di dalam ASI adalah IgA yang dihasilkan atas respons migrasi limfosit dari usus ibu, sehingga mencerminkan antigen dan respiratorik ibu. Ini memberikan proteksi terhadap patogen yang ada pada ibunya karena sistem imunologis bayi masih imatur.

ASI juga mengandung faktor proteksi yang bukan termasuk sistem imunologik, seperti lisozim, laktoferin, oligosakarida, dan asam lemak yang semuanya berperan selain sebagai faktor protektif juga mengandung beberapa faktor pertumbuhan serta pematangan sistem imun dan metabolik. ASI juga mengandung berbagai komponen anti-inflamasi, seperti vitamin A, C dan E, sitokin, enzim dan inhibitor enzim, prostaglandin E, dan faktor pertumbuhan.

Selain mempunyai komposisi yang sesuai, berbagai penelitian epidemiologis menunjukkan, pemberian ASI pada bayi mempunyai keuntungan terhadap kesehatan pada umumnya, pertumbuhan, perkembangan, dan pengurangan risiko terkena penyakit akut dan kronik. Penelitian membuktikan bahwa pemberian ASI mengurangi insiden dan atau beratnya diare, infeksi paru bagian bawah, otitis media, sepsis, meningitis bakterialis, botulism, infeksi saluran urogenitalis, dan enterokolitis nekrotikans.

Selain keuntungan bagi bayi, menyusui juga memberi keuntungan kepada ibu. Menyusui meningkatkan kadar hormon oksitosin yang mengurangi perdarahan pasca-persalinan dan mempercepat involusi uterus. Penelitian juga membuktikan bahwa ibu yang menyusui lebih cepat mencapai berat sebelum hamil, penundaan ovulasi sehingga terjadi penjarangan kehamilan, peningkatan mineralisasi tulang pasca-persalinan diikuti pengurangan patah tulang panggul pada masa menopause, pengurangan risiko terjadinya kanker ovarium, dan kanker payudara.

 

ASI Eksklusif Turunkan Kematian Anak Balita

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *