Reaksi Reduksi Oksidasi Terhadap Buah-buahan

Reduksi Oksidasi Terhadap Buah-buahan

Berbagai jenis buah-buahan memiliki manfaatnya tersendiri. Buah merupakan hasil dari alam, oleh karena, itu termasuk sebagai organik. Semua yang organik di muka bumi ini pastinya akan membusuk karena terpengaruh oleh oksigen dan kehilangan elektron. Jika buah sudah berada di dalam proses ini, buah tersebut akan masuk ke proses pembusukan. Oleh karena itu, kita harus mengeliminasi pengaruh-pengaruh tersebut agar manfaatnya tetap terjaga dengan cara dimasukkan ke dalam suaka yaitu kulkas.

Reaksi Reduksi Oksidasi Terhadap Buah-buahan

Proses pembusukan buah terjadi karena adanya reaksi elektrokimia yang dikenal sebagai “redox” atau reduksi dan oksidasi. Reduksi adalah pengurangan oksigen dan penambahan electron sedangkan oksidasi adalah penambahan oksigen dan pengurangan elekron. Dalam reaksi reduksi-oksidasi, ada beberapa reaksi yang dihasilkan dari reduksi-oksidasi. Korosi adalah reaksi yang terjadi pada logam. Sedangkan di dalam buah terjadinya proses pembusukkan. Kedua persitiwa tersebut yaitu reduksi dan oksidasi adalah penyebab pembusukan dalam buah-buahan.

Dalam proses pembusukan buah, misalnya buah apel, buah tersebut biasanya bisa bertahan selama 2 minggu jika dibiarkan begitu saja dalam suhu ruangan, dan jika dimasukkan ke dalam pendingin atau lemari es, buah tersebut dapat bertahan hingga waktu 2 bulan. Tetapi jika buah tersebut sudah dipotong, benda tersebut hanya dapat bertahan 3 hingga 5 hari dalam lemari es.

Ini semua terjadi karena pengurangan elektron pada buah tersebut dan penambahan oksigen dalam proses oksidasi. Dalam periode pembusukan, jika diperhatikan dan diobservasi, dapat dilihat bahwa buah apel tersebut akan menjadi coklat karena proses yang dikenal dengan nama pencoklatan. Ini terjadi karena enzim-enzim yang terdapat dalam buah tersebut. salah satu dari banyak enzimnya adalah tyrosinase.

Di dalam buah tyrosinase-lah yang menjadi katalis yang mempercepat proses pemindahan hidrogen dari fenol (proses ini adalah bagian dari reaksi oksidasi). Saat buah tersebut dipotong, enzim tyrosinase akan bereaksi dengan fenol mengandung zat besi yang berada di dalam buah serta oksigen yang terdapat di udara. Warna coklat yang dihasilkan terjadi karena reaksi antara beberapa elemen yaitu besi, oksigen dan enzim tyrosinase yang akan mencetus perusakan sel didalam buah tersebut.

Walaupun pasti akan terjadi pada setiap buah, proses pencoklatan dan pembusukkan dapat kita tunda atau kita memperlambatkannya dengan cara menambahkan zat asam yang lemah. Weak Acid akan memperlambat proses pencoklatan atau dapat bahkan mencegah karena zat tersebut akan menguragi pH di permukaan buah dan menyediakan lebih banyak ion hidrogen. Jika ini sudah terjadi, maka ion hidrogen akan dapat bereaksi dengan oksigen yang terdapat di udara dan akan menghasilkan air, sehingga tidak merusak sel pada buah dan mencegah proses pencoklatan

Tidak hanya pada buah-buahan tetapi proses reaksi oksidasi juga dapat terjadi kepada banyak benda lainnya di kehidupan kita sehari-hari. Misal, reduksi dan oksidasi dapat saja terjadi terhadap beberapa benda lain seperti makanan kaleng, gembok, besi berkarat, penangkal petir, batu baterai, jembatan, kendaraan, pipa gas dan bahkan taman bermain anak-anak.

Ini semua dapat terjadi karena salah satu zat yang berpengaruh paling besar di reaksi ini, yaitu oksigen, adalah zat yang dapat kita temukan di mana pun. Di setiap ruangan pasti ada oksigen, karena oksigen dikandung oleh udara dan udara memiliki sifat yang mencoba mengisi setiap sudut ruangan yang ada di dunia ini.

Untuk beberapa benda yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak semuanya hanya perlu reaksi reduksioksidasi agar reaksi kimianya terjadi, ada beberapa, seperti logam membutuhkan air agar reaksi kimia yang dihasilkan oleh reduksi dan oksidasi dapat terjadi. Reaksi yang dihasilkan oleh reduksi dan oksidasi terhadap logam adalah terjadinya korosi atau proses berkaratnya logam.

Walaupun penggunaan oksigen dalam bidang eksperimen secara ilmiah sudah dilakukan dari era jaman perunggu, manusia pertama yang tercatat untuk menggunakan oksigen di dalam sebuah laboratorium adalah Joseph Priestly yang melakukannya semasa beliau hidup dari tahun 1733-1804. Eksperimen itu pun juga tercatat sebagai eksperimen reaksi reduksi dan oksidasi. Priestly membakar merkuri oksida dan berhasil menciptakan raksa merkuri dan oksigen. Di dalam reaksi yang dibuat eksperimen olehnya, zat merkuri mengalami proses reduksi dan ion oksigen mengalami proses oksidasi.

Di dalam buah, proses reaksi reduksi dan oksidasi tidak hanya menggambarkan pembusukkan terhadap buah tersebut, tetapi juga terjadi reaksi elektrokimia dalam bentuk munculnya listrik dari buah tersebut saat terjadinya reaksi reduksi dan oksidasi. Di reaksi redoks, elektron dari suatu benda ditransfer dari satu senyawa dan menuju senyawa lainnya. Jika proses ini direpetisikan secara rantai, maka listrik akan diproduksi.

Ada dua cell yang mempengaruhi dan memfasilitasikan reaksi elektrokimia reduksi dan oksidasi, yaitu sel galvanik dan sel elektrolit. Perbedaan dari kedua sel tersebut adalah, sel galvanik merupakan sel yang spontan, sehingga dapat dikatakan, berkerja seperti baterai. Sedangkan sel elektrolit merupakan sel yang tidak spontan sehingga membutuhkan tenaga listrik untuk memulai proses reduksi dan oksidasinya. Kedua sel tersebut memilki dua elektron dengan charge yang bertentangan dan diketahui dengan nama katode dan anode, yang memfasilitaskan reaksi reduksi dan oksidasi secara independen.

Terjadinya atau berkerjanya kedua sel tersebut dapat diobservasi melalui eksperimen buah-baterai, yang mendemonstrasikan konduksi listrik dari buah yang berarti sedang mengsimulasikan sel galvanik, agar berkerja. Sama seperti sel galvanik sebagai semestinya, dua logam electrode galvanic dan kabel konduktif yang terhubung diantara 2 poin dibutuhkan untuk memproduksi aliran listrik.

Selain itu ada satu lagi ekperimen yang dapat dicoba terhadap buah-buahan untuk membuktikan adanya reaksi reduksi oksidasi yang terjadi pada buah-buahan. Dalam eksperimen yang satu ini buahbuahan akan dicampur dan dimasukkan ke dalam 3 jenis gelas yang berbeda-beda. Satu gelas terbuat dari plastik, ada yang terbuat dari gelas dan juga terbuat dari aluminium. Setelah dibiarkan selama 2 jam, setiap gelas tersebut akan memberi reaksi yang berbeda-beda pada buah. Gelas yang dapat mengkonduksi listrik akan membuat reaksi elektrokimia pada buah tersebut dan maka dari itu membuktikan bahwa buah tersebut telah melewati proses reaksi reduksi dan oksidasi.

Segala benda yang ada di dunia ini pasti akan terkena reaksi oksidasi, dan merugikan atau setidaknya hanya bergantung kepada benda tersebut sendiri. Di dalam reaksi reduksi dan oksidasi ada benda yang dirugikan dan ada juga yang mendapat keuntungan karena reaksi ini.

Dalam konteks buah, reaksi redoks pastinya akan merugikan walaupun buah tersebut, jika dilakukan konduksi listrik dapat menguntungkan, hasil dari percobaan tersebut tidak seberapa dengan manfaat buah itu sebenarnya. Oleh karena itu, buah dapat dikategorikan sebagai salah satu benda yang dirugikan karena jika terkena reaksi reduksi dan oksidasi buah tersebut akan melalui proses pembusukan dan alhasil manfaatnya pun akan terbuang sia-sia.

Dalam sebuah reaksi reduksi dan oksidasi, buah dirugikan karena efek dari reaksi oksidasi, bukan dari reaksi reduksi. Reaksi reduksi sebenarnya merupakan reaksi yang menguntungkan bagi buah karena didalam reaksi reduksi, buah tidak akan kehilangan elektron dan oksigen yang akan berkurang, ini adalah kebalikan dari proses pembusukan. Mau seberapa lama buah dijaga, tetapi saja pasti pada akhirnya elektron akan berkurang dan tingkat oksigen akan bertambah. Dalam reaksi oksidasi, jumlah elektron yang ada pada suatu benda akan berkurang dan benda tersebut akan bertambah untuk tingkat kandungan oksigennya.

Kesimpulan

Buah memiliki banyak manfaat, tetapi karena tidak dijaga dan terpengaruh oleh zat zat berbahaya, buah tersebut akan menjadi busuk dan segala manfaat-manfaatnya menjadi tersia-sia.

Jika diberikan kesempatan untuk menjaga potensi dari sesuatu maka harus dilakukan dengan gegas karena kesempatan yang baik harus selalu kita ambil, sama juga dengan jangan pernah dipengaruhi oleh hal-hal buruk. Maka dari itu segala hal yang memiliki potensi, buah-buahan harus kita lindungi.

Jangan sampai segala potensi yang dimiliki oleh anda atau siapapun menjadi terbuang-buang hanya karena suatu pengaruh. Sebuah talenta yang bermanfaat seharusnya diasah dengan benar dan jangan sampai membusuk karena yang terpenting adalah efek jangka panjang yang akan dihasilkan, bukan efek jangka pendek yang mungkin hanya akan bertahan sementara.

Sumber: Bani Siregar. Jurnal Kimia Terapan SMA High Scope Indonesia

 

Reaksi Reduksi Oksidasi Terhadap Buah-buahan

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *