Pemanfaatan Energi Gelombang Air Laut

Energi Gelombang Air Laut

Lautan menyimpan sejumlah besar kinetik (bergerak) energi dari angin. Angin menghasilkan gelombang saat bertiup melintasi permukaan laut. Semakin besar gelombang, semakin banyak energi yang dikandung gelombang. Energi gelombang dan Energi Pasang Surut Air Laut  menyediakan sumber energi terbarukan yang berkelanjutan dan tidak menimbulkan polusi yang dapat diubah menjadi listrik di lokasi pembangkit listrik tenaga gelombang di seluruh dunia.

Lokasi Gelombang Laut

Garis pantai yang berangin di sekitar lautan luas adalah tempat terbaik untuk membangun pembangkit listrik yang memanfaatkan energi gelombang. Angin kencang yang bertiup terus menerus di perairan terbuka yang membentang panjang menciptakan gelombang terbesar, yang mengandung energi paling banyak. Angin kencang dan stabil yang bertiup di sabuk angin utama Bumi (zona angin di arah yang berlaku) menghasilkan gelombang laut besar.

Di zona sub tropis di kedua sisi khatulistiwa (lingkaran imajiner di sekitar Bumi di tengah antara Kutub Utara dan Selatan), lokasi yang cocok untuk pembangkit listrik tenaga angin, berada di sepanjang garis pantai yang menghadap ke timur di jalur angin pasat barat. Angin pasat adalah angin kencang yang bertiup dari timur ke barat di subtropis di kedua sisi khatulistiwa.

Di garis lintang tengah (garis imajiner di Bumi yang menunjukkan seberapa jauh utara atau selatan suatu tempat dari khatulistiwa), badai di sepanjang aliran jet Easterly yang menyebabkan arus udara bergerak cepat di atmosfer bagian atas, menghasilkan gelombang yang menghantam garis pantai. Di lintang yang lebih tinggi, angin timur sub-kutub menghasilkan beberapa gelombang terbesar di dunia, setinggi 30,5 meter seperti yang terjadi di Samudra Atlantik Utara.

Pemanfaatan Energi Gelombang

Ada dua jenis teknologi energi yang digunakan untuk menangkap energi gelombang dan menghasilkan listrik, yaitu: perangkat tetap dan perangkat terapung.

Perangkat Tetap

Pemanfaatan Energi Gelombang

Perangkat tetap untuk teknologi energi yang digunakan untuk menangkap energi gelombang dan menghasilkan listrik ini terpasang ke pantai atau dasar laut.

Tapered Channel (Tapchan) atau saluran tirus adalah perangkat tetap yang mengarahkan gelombang besar ke kolam yang ditinggikan di pantai. Air yang mengalir dari kolam memutar turbin yang menghasilkan listrik. (Turbin adalah roda pemintal atau perangkat lain yang mengubah energi dalam air yang jatuh menjadi energi mekanik dan listrik.)

Pembangkit listrik di Pantai Utara Norwegia menggunakan Tapchan untuk memanfaatkan energi gelombang. Tapchan relatif mudah dan murah perawatannya.

Air dapat ditampung di reservoir (badan air) sehingga daya dapat dibangkitkan pada saat dibutuhkan. Namun lokasi Tapchan yang sesuai sulit ditemukan karena harus memiliki ombak yang konsisten, variasi pasang surut yang kecil, air yang dalam dekat dengan garis pantai, dan tempat untuk membangun waduk.

Oscillating water channels (OWCs) atau Saluran air berosilasi adalah perangkat tetap yang terdiri dari lubang kecil, di mana gelombang dapat masuk dan mundur, melekat pada pipa tertutup vertikal. Saat gelombang mengalir ke OWCs, air memaksa udara naik ke pipa, memutar bilah turbin saat melewatinya. Ketika gelombang surut (tarik kembali) udara tersedot kembali ke bawah pipa dan memutar bilah turbin kembali.

Lokasi yang memadai untuk saluran air berosilasi juga sulit ditemukan, sebagian karena teknologi yang relatif baru mengharuskan OWCs tertanam di garis pantai, membatasi penggunaan OWCs di pantai berbatu.

Perangkat Apung

Perangkat Apung listrik

Perangkat apung memiliki beberapa keunggulan dibandingkan perangkat tetap karena memiliki dampak visual yang lebih sedikit di garis pantai, lebih kecil kemungkinannya untuk mengubah pola gelombang dan mengganggu satwa liar, dan lebih tenang daripada TAPCHANS. Perangkat mengambang menggunakan gerakan siklik gelombang untuk menghasilkan listrik.

Salter Duck (dikembangkan oleh profesor Universitas Edinburgh Steven Salter pada 1970-an) terlihat seperti deretan bebek terapung yang berlabuh di dasar laut. Saat gelombang berlalu, bebek berputar di sekitar titik balik pusat. Gerakan rotasi ini menyebabkan cairan di dalam bebek bergerak sehingga menghasilkan listrik.

Jepang, Denmark, Norwegia, Inggris, Spanyol, dan Portugal semuanya mengembangkan teknologi baru untuk menggunakan energi gelombang untuk menghasilkan tenaga. Ketika teknologi untuk menghasilkan listrik dari energi gelombang dikembangkan, biaya untuk sistem ini akan berkurang, dan pembangkit listrik gelombang komersial kemungkinan besar akan menjadi lebih umum.

 

Pemanfaatan Energi Gelombang Air Laut

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *