Baterai Sebagai Media Penyimpan Energi Listrik

Baterai Sebagai Media Penyimpan Energi Listrik

Energi, tenaga dan listrik merupakan esensial dalam kehidupan sehari-hari manusia modern. Kita dapat banyak keuntungan dan manfaat dari listrik untuk memudahkan kita dalam menjalankan kehidupan kita, mulai dari memudahkan komunikasi, transportasi dan industri. Oleh karena itu, supaya dapat terus mengunakan listrik dengan mobilitas tetap, diciptakanlah baterai.

Baterai Sebagai Media Penyimpan Energi Listrik

Baterai adalah sebuah media penyimpan listrik yang padat. Baterai memiliki daya simpan listrik yang cukup banyak jika kita melihat ukurannya yang sangat ramping dan efisien. Selain bentuknya yang efisien, tenaga yang dihasilkannya pun efisien dengan tegangan listrik yang stabil. Terutama pada baterai-baterai yang dapat diisi ulang.

Baterai memiliki komponen-komponen esensial seperti manganese dioxide cathode, potassium hydroxide electrolyte, powdered zinc anode, dan kemasan yang berguna sebagai pelindung. Jika baterai tersebut terkoneksi, akan menghasilkan elektron yang bermuatan listrik. Elektron tersebut akan melalui seluruh komponen, mengalir keluar terminal negatif dan kembali melalui terminal positif. Dengan begitu baterai dapat menghasilkan listrik untuk menyalakan beberapa alat seperti senter, jam dan speaker

Baterai pada umumnya memiliki 2 kutub yang memiliki terminal positif dan negatif. Elektron yang berpindah masuk melalui terminal plus, melewati manganese dioxide cathode, potassium hydroxide electrolyte, dan powdered zinc anode, akan menghasilkan elektron yang bermuatan listrik, sehingga perputaran tersebut menghasilkan listrik.

Adanya aliran arus listrik yang mengalir dari kutub positif (anoda) ke kutub negatif (katoda) membuat perputaran listrik memungkinkan. Sedangkan, elektron akan mengalir dari terminal negatif menuju terminal positif. Elektron mengalir dari baterai ke kabel dan tentunya bergerak dari kutub negatif ke terminal positif tempat dimana reaksi kimia tersebut sedang berlangsung.

Baterai dapat bertahan selama satu tahun dan itu pun masih menyisakan sedikit tenaga, selama tidak terjadi reaksi kimia atau selama kita tidak menghubungkannya dengan kabel atau sejenis Load lain. Seketika kita menghubungkannya dengan kabel maka reaksi kimia pun dimulai. Dengan begitu kita dapat memahami konsep baterai yang telah memudahkan kehidupan sehari-hari kita.

Listrik Tenaga Baterai

Baterai dapat membantu memudahkan kehidupan kita dengan memberi tenaga pada obyek-obyek elektronik di sekitar kita. Mulai dari remote televisi, jam dinding, dan telepon genggam dapat kita manfaatkan dengan dibantu ditenagakan oleh baterai.

Baterai memiliki beberapa tipe yang memiliki kelebihannya masing-masing. Tipe-tipe umum baterai adalah Nickel Cadmium (NiCd), Nickel-Metal Hydride (NiMH), Lead Acid, Lithium Ion, dan Lithium Polymer. Setiap tipe baterai pasti memiliki keunggulan dan kekurangannya. Walau begitu, mengaplikasikan baterai tersebut disesuaikan dengan ukuran dan keperluan

Baterai yang umum digunakan adalah baterai alkalin atau baterai dengan bentuk seperti tabung. Baterai alkalin biasanya dalam bentuk AA dan AAA. Baterai ini merupakan baterai yang universal dan dapat di pakai dimana saja. Baterai ini mudah dan murah untuk di produksi, sehingga harganya terjangkau. Kegunaan baterai ini biasanya kita jumpai di remote televisi atau jam dinding.

Baterai yang sering kita jumpai dalam perangkat-perangkat elektronik dalam sehari-hari kita merupakan baterai lithium ion. Baterai tersebut biasa digunakan untuk telepon genggam, laptop, kamera atau MP3 player. Baterai tersebut memiliki keunggulan yang tidak dimiliki baterai-baterai lainnya. Kekurangannya pun tak banyak, maka dari itu, jenis baterai ini sangat populer digunakan

Baterai lithium ion memiliki beberapa keunggulan seperti, dapat diisi ulang berkali-kali, kepadatan atau penyimpanan listrik yang besar per volume, dan ukurannya yang dapat di bentuk bagaimanapun. Lithium ion dapat dikemas dalam beberapa bentuk dan bahan kemasan. Selain daya penyimpanan yang efisien, baterai ini dapat dibilang stabil dan bersuhu rendah.

Baterai lithium ion miliki anoda dan katoda yang terbuat dari karbon dan oksida lithium. Elektrolit dalam baterai tersebut terbuat dari garam lithium yang dilarutkan dalam pelarut organik. Bahan anoda yang digunakan sebagian besar merupakan grafit. Katoda terbuat dari salah satu bahan berikut: lithium kobalt oksida (LiCoO2), lithium besi fosfat (LiFePO4), atau lithium oksida mangan (LiMn2O4). Elektrolit yang umum digunakan adalah garam lithium, seperti lithium hexafluorophosphate (LiPF6), lithium tetrafluoroborate (LiBF4), dan lithium perklorat (LiClO4) yang dilarutkan dalam pelarut organik.

Selama pengisian, ion lithium dari katoda berpindah ke anoda dan menetap di lapisan anoda. Ion lithium lalu mengalir melalui elektrolit. Selama proses pemakaian, ion lithium bergerak kembali ke katoda dari anoda. Setelah baterai dipakai, elektron mengalir berlawanan dengan arah ion litium di sirkuit luar. Karena terjadinya pergerakan elektron, maka arus listrik bisa dihasilkan dan digunakan.

Walau begitu, baterai tidak selalunya bekerja dengan baik. Baterai memiliki tanggal kadaluwarsa atau jumlah sirkulasi sikulus yang sudah ditetapkan oleh produsen baterai. Setiap baterai memiliki jangka penggunaan yang berbeda-beda, berdasarkan jenis, bahan atau pun kegunaan baterai tersebut secara umum. Pada umumnya baterai yang mengalami fase-fase kritis atau menjelang habis tenaganya, akan menjadi tidak stabil dan voltase akan naik turun.

Walau begitu, ada beberapa jenis baterai yang dapat mengeliminasi hal tersebut, seperti baterai lithium polymer. Baterai lithium polymer atau LiPo dapat menjaga voltase dan tegangan listrik yang relatif stabil sampai tenaganya rendah. Baterai lithium polymer juga dapat di isi ulang dan menyimpan tenaga listriknya yang lama. Akan tetapi baterai lithium polymer tak dapat di pakai hingga habis, jika kita ingin mengisinya ulang. Karena jika baterai tersebut sudah tak memiliki tenaga, maka tidak akan dapat di isi ulang dan baterai tersebut akan mati.

 

Baterai Sebagai Media Penyimpan Energi Listrik

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *